Блог О пользователеpowercelik7

Регистрация

 

Inilah Cara Mengadakan Aqiqah Secara Islam


Aqiqah itu menandakan memutus serta melubangi, & ada pun yang menyebarkan bahwa akikah adalah seri bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan pun bahwa akikah merupakan serabut yang diboyong si budak ketika wujud. Adapun maknanya secara syari’at adalah fauna yang disembelih untuk menyelesaikan bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk keturunan yang trendi lahir. Pengarang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah berarti adalah serabut makhluk yang baru dilahirkan, baik khalayak atau binatang. Dinamai pun daripadanya satwa yang disembelih untuk budak yang pertama lahir di dalam hari keseminggunya.

1. Kecil Hukumnya Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun orang tua dalam keadaan sulit. Aqiqah dilakukan per Rasulullah saw. dan getah perca sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru lahir.

1. Rasulullah saw. bersabda: "Setiap budak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama" [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Pelerai demam Majah no. 3165 dsb dari sekutu Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan memberitahukan: Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan dan Husain (cucunya dari Fathimah — pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Serta dari Salman bin Kepala Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: «Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, & hilangkanlah daripadanya kotoran serta najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari Setiap anak rapi aqiqahnya, oleh sebab itu sembelihlah fauna dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Debu Daud Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan itu agar beraqiqah dua kontrol kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk balita laki-laki & seekor wedus untuk budak perempuan.

6. Hadits sejarah Malik & Ahmad Fatimah Binti Rasulullah saw SAW (setelah melahirkan Rancak dan Husain) mencukur serabut Hasan & Husain lantas ia beramal dengan argentum seberat tolok rambutnya.

7. Hadits riwayat Abu Daud dan Nasai Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya terdesak dilakukan aqiqah untuk bani dua ekor kambing yang serupa umurnya dan untuk keturunan perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki & Anak Cewek Yang afdhal untuk bani disembelihkan dua ekor kambing/domba yang mirip dan umurnya bersamaan. & untuk budak perempuan 1 ekor. Dari Ummu Karz Al-Ka'biyah mengatakan: Aku relasi mendengar Rasulullah saw. berkata:

» Untuk anak laki-laki dua ekor wedus yang mirip, dan untuk anak cewek satu kontrol. " Serta dibolehkan satu ekor domba untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah meninggalkan yang demikian untuk Patut dan Husain r. a., seperti saat hadits yang lalu. "Dahulu kami dimasa jahiliyah asalkan salah seorang diantara aku mempunyai budak, ia menyembelih kambing & melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka sehabis Allah mengundang islam, kami menyembelih kibas, mencukur atau menggundul penyelenggara si budak dan melumurinya dengan minyak wangi. " [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Putri Hibban "Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang pada peluang jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, tersebut melumuri randu dengan kebiasaan aqiqah, dulu ketika menyikat rambut si bayi mereka melumurkan dalam kepalanya’. Jadi Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah ini dengan minyak wangi. ’" [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Ruang Penyembelihan

1. Jika mengharuskan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Kalau tidak, oleh karena itu pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih tidak memungkinkan, dipastikan pada hari ke-21 daripada hari kelahirannya. Jika masih tidak mengizinkan maka saat kapan sekadar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? «Disembelih pada hari ketujuh, serta pada hari ke-empatbelas, & pada hari kedua persepuluhan satu. " Rangkaian Selanjutnya: - Meluluskan anak sebutan - Memotong rambutnya. - Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Mengenai syarat satwa kambing yang dapat dijadikan aqiqoh tersebut sama dengan syarat fauna qurban (kurban) sbb: - Kambing: siap berusia 1 (satu) tahun dan mengakar usia (dua) tahun. - Domba: tertib berusia 6 (enam) kamar dan menyerap bulan ke-7 (tujuh). - Tidak piawai ada elemen badan fauna yang keburukan. - Dagingnya tidak piawai dijual.

4. Bersamaan Antara Qurban dan Aqiqah. Daripada sini ada pertanyaan, yaitu bolehkah mengikat niat aqiqah dan persembahan? Bila hal itu diperbolehkan apakah secara otomatis persembahan yang dilakukan sekaligus bisa menggugurkan permintaan akikah? Mengenai hal tersebut ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan tersebut bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan menjatuhkan anjurannya. Gagasan ini ialah opsi yang disampaikan per Mazhab Hanafi dan satu diantara riwayat Ahmad. Dari kurung tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Rumpun Sirin, & Qatadah, setuju dengan wawasan ini. Tersebut berargumentasi, wujud kedua ibadah sama, ialah mendekatkan bangun kepada Tuhan swt. dengan perantara nabi sembelihan satwa. http://dapoeraqiqah.com/aqiqah-murah-bandung/ Keduanya mampu saling melengkapi dan mengisi. Kasus hukumnya sama begitu shalat tetap di Masjid disertai beserta niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, mendukung opsi berikut.

Kedua kebiasaan itu bukan boleh disatukan dan tidak bisa menyabot salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat tersebut disampaikan sama Mazhab Maliki, Syafi’i, & salah satu hal Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tujuan yang bertentangan. Maka ini, satu tentu lain gak boleh digabung. Latar belakang dan motif di balik kesunnahan kedua ibadah ini pun bermusuhan. Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, kompensasi yang real di haji tamattu' dan denda yang berlaku dalam fidyah.


 

Для ответа с цитированием необходимо
выделить часть текста исходной записи